-->

Categories

Main Tags

7 Kebiasaan Pemimpin yang Cerdas Secara Emosional

Sebagai seorang pemimpin, salah satu kualitas terpenting Anda adalah kecerdasan emosional, atau EQ Anda. Kecerdasan emosional mengacu pada kapasitas Anda untuk menangani emosi internal dan eksternal. Jika Anda memiliki EQ yang tinggi, Anda dapat mengenali emosi Anda sendiri dan mengendalikannya. Anda juga dapat mengenali emosi orang lain, dan menanggapi emosi tersebut dengan cara yang lebih sehat dan produktif.

Pada akhirnya, pemimpin dengan EQ tinggi mampu mempertahankan hubungan yang lebih baik dengan anggota tim mereka, berpikir lebih jernih dalam situasi stres atau emosional, dan menghasilkan ide yang lebih baik tentang cara mengelola masalah personel.

7 Kebiasaan Pemimpin yang Cerdas Secara Emosional

Anda mungkin berpikir bahwa kecerdasan emosional adalah kualitas yang melekat, hadir karena genetika atau sejarah pribadi. Tetapi seperti keterampilan apa pun, keterampilan itu dapat dikembangkan dan diasah seiring waktu dengan bantuan kebiasaan dan dedikasi yang baik.

Ini adalah beberapa kebiasaan terpenting untuk mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan emosional Anda sebagai seorang pemimpin:

1. Mendengarkan Secara Aktif

Alat paling penting dalam gudang senjata Anda adalah mendengarkan secara aktif — praktik mendengarkan orang lain sambil tetap terlibat sepenuhnya. Jika Anda mendengarkan secara aktif, Anda tidak terganggu dengan ponsel atau tugas lainnya. Anda juga tidak hanya menunggu untuk berbicara. Sebaliknya, Anda menginvestasikan perhatian penuh Anda untuk mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Hal ini memungkinkan Anda untuk lebih memahami alasan dan motivasi mereka, dan membaca nada mereka dengan lebih baik — yang dapat membantu Anda menafsirkan emosi mereka dan menemukan solusi yang sesuai untuk mereka.

2. Sabar

Pemimpin yang cerdas secara emosional juga melatih kesabaran. Terlalu banyak pemimpin yang berorientasi pada tindakan, menanggapi pertanyaan, kekhawatiran, dan masalah secepat mungkin. Tetapi para pemimpin dengan EQ tinggi sabar, dan nyaman memberikan lebih banyak waktu antara situasi baru dan tanggapan mereka. Kesabaran ini memberi Anda lebih banyak waktu untuk memantau dan menanggapi emosi Anda sendiri, membuat Anda lebih tenang dan lebih rasional. Ini juga membantu Anda membangun lingkungan yang lebih tenang bagi karyawan Anda.

3. Empati

Bagi kebanyakan orang, empati muncul secara alami; Anda tidak dapat membantu tetapi secara subyektif merasakan bayangan emosi yang dirasakan orang lain. Bagi sebagian orang, ini menantang atau tidak mungkin. Terlepas dari posisi Anda dalam spektrum ini, Anda dapat membiasakan diri untuk mempraktikkan "empati aktif". Dengan kata lain, luangkan lebih banyak waktu untuk membayangkan bagaimana perasaan orang lain, mengingat keadaan pribadi mereka. Dapatkah Anda melihat mengapa mereka mungkin stres, tidak sabar atau bersemangat? Semakin sering Anda mempraktikkannya, semakin mudah jadinya. Empati dianggap oleh beberapa orang sebagai keterampilan kepemimpinan terpenting yang dapat dimiliki seorang pemimpin.

4. Perhatian pada Bahasa Tubuh

Meskipun jelas sulit diukur, beberapa peneliti memperkirakan bahwa sebanyak 55% komunikasi disampaikan melalui bahasa tubuh. Sejalan dengan itu, pemimpin yang cerdas emosional secara aktif memperhatikan bahasa tubuh karyawannya. Seorang karyawan mungkin memberi tahu Anda bahwa mereka baik-baik saja dengan keputusan Anda, atau bahwa mereka tidak stres, tetapi tangan mereka yang bersilang dan sikap gugup dapat menceritakan hal yang berbeda. Terserah Anda untuk memperhatikan perbedaan perilaku yang tidak kentara ini, dan perhatikan apakah itu merupakan indikasi dari sentimen yang lebih dalam.

5. Meditasi

Ada banyak cara untuk bermeditasi, tetapi kebanyakan dari mereka memiliki tujuan yang sama: memberi Anda kesadaran yang lebih besar akan momen saat ini, dan kendali yang lebih besar atas pikiran dan perasaan Anda sendiri. Meditasi bukanlah sesuatu yang memberi Anda manfaat langsung; sebaliknya, ini harus dikembangkan seiring waktu, dengan latihan yang konsisten. Jika Anda berlatih meditasi hanya 10 atau 15 menit per hari, pada akhirnya Anda akan lebih selaras dengan pikiran dan perasaan Anda sendiri. Banyak penelitian telah menemukan korelasi kuat antara meditasi dan pengendalian emosi, yang dapat membantu Anda tetap tenang dan rasional bahkan dalam situasi yang menuntut.

6. Kesadaran Diri

Sejalan dengan itu, pemimpin yang cerdas secara emosional sering mempraktikkan penjurnalan, atau kebiasaan serupa yang memungkinkan mereka untuk menghadapi dan memilah pikiran dan perasaan pribadi mereka. Ini penting untuk mengenali dan mengendalikan emosi Anda sendiri, tetapi juga dapat membantu Anda memproses apa yang Anda amati dalam anggota tim Anda. Misalnya, melalui tulisan pribadi, Anda mungkin menyadari tentang motivasi dan perasaan rekan kerja yang tidak produktif; ini dapat membawa Anda ke resolusi yang lebih bijaksana dan lebih sukses.

7. Keseimbangan Kehidupan-Kerja

Pemimpin yang cerdas secara emosional juga menyadari pentingnya keseimbangan kehidupan kerja, dan mempraktikkannya dalam kehidupan mereka sambil mendukungnya dalam kehidupan karyawan mereka. Mereka rela beristirahat dan menjauh dari situasi stres tinggi, dan mereka tidak takut berlibur untuk menghindari kejenuhan. Mereka juga memprioritaskan kebiasaan sehat seperti tidur, olahraga, dan diet seimbang — yang memungkinkan mereka dan tim untuk tetap lebih stabil, baik secara mental maupun emosional.

Kecerdasan emosional tidak hanya membantu para pemimpin; hampir semua orang bisa mendapatkan keuntungan dari memiliki EQ yang lebih tinggi. Oleh karena itu, sebagian atau tanggung jawab Anda adalah mendidik anggota tim Anda tentang nilai EQ dan membantu mereka membangun kebiasaan seperti ini.

Jadikan kecerdasan emosional sebagai prioritas yang lebih tinggi dalam organisasi Anda, dan / atau di tim Anda, dan Anda semua akan menuai hasilnya.

WWW.PARAPAKAR.COM TEMPATNYA MOTIVASI KEHIDUPAN  

Selamat berkomentar

Click to comment

Popular Posts

Motivasi Hari INI

Kekuatan dari imajinasi menghapuskan batasan-batasan dalam diri kita.
John Muir